Google  
Web    Images    GroupsNew!    News    Froogle    more »
  Advanced Search
  Preferences    
 Web Results 1 - 10 for blackide[definition].  
 
    
« Home

Posts

cantik ala muslimah?
Friend vs Best FriendMessage: A Just Friend says....
Siapa Geek?
hacker?
save your eyes
Luv....
Mahabbatullah....
3o
Antara Memberi Dan Menerima
Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam
 
     Archives
February 2006
March 2006
April 2006
June 2006
July 2006
 
     Links
Link Elektro Je!
Hobby Electronic !!
National Geographic
How Economic You are:D
imazahra
joke frog

Mahabbatullah....

Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah? Jawabannya sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan, maka jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah mencintai shalat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba yang selalu bersegera menyambut seruan adzan. Dan banyak lagi.

Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu, proses, dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan bagi seorang Muslim.

Ada enam langkah yang dapat kita praktikkan. Pertama, miliki tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut. Kedua, buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur.

Ketiga, siapkan sarana pendukung. Misalnya, menyediakan buku-buku berkualitas dan membangkitkan, memasang kata-kata motivasi di kamar, bergaul dengan ulama, dan lainnya. Keempat, lawan dan kalahkan rasa malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan. Tiada sedikit pun keberuntungan dengan memperturutkan kemalasan. Kelima, sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah.

Dan keenam, mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu". Wallahu a'lam.

( Abdullah Gymnastiar )-republika
Mahabbatullah.... - Tuesday, February 28, 2006 -

3o

(¨`·.·´¨) Always
`·.¸(¨`·.·´¨ ) Keep
(¨`·.·´¨)¸.·´Smiling!
`·.¸.·´
3o - Sunday, February 19, 2006 -

Antara Memberi Dan Menerima

Alkisah, dua setan cilik menghadap Raja Neraka
begitu mereka meninggal.
Setelah melihat buku catatan tentang kebaikan dan
kejahatan kedua orang ini, Raja Neraka berkata,
"Semasa kalian hidup, tidak ada kejahatan besar
yang kalian lakukan. Maka pada kelahiran
mendatang, kalian akan tetap menjadi manusia.
Kalian akan menjadi saudara. Tapi salah satu dari
kalian akan menjalani hidup 'memberi', sedang yang
satu lagi, menjalani hidup
'menerima'. Siapa yang mau menjalani hidup
menerima?'.

Mendengar pertanyaan itu, setan cilik yang pertama
berpikir dalam hati:
"Menjalani hidup menerima tidak akan menderita
bahkan menyenangkan."

Setelah berpikir demikan ia bergegas menjawab,
"Raja Neraka, izinkanlah saya menjalani hidup
hanya dengan menerima."

Melihat A berujar demikian, B sama sekali tidak
iri. Bahkan ia berpikir, Menjalani hidup memberi
berarti selalu membantu orang lain. Suatu
perbuatan yang mulia! Tanpa ragu- ragu, B berkata,
"Raja Neraka, saya rela menjalani hidup memberi."

Setelah mendengar jawaban kedua setan cilik itu,
Raja Neraka mencatat penentuan masa depan keduanya
dan berujar, "B, karena kau memilih hidup memberi,
maka engkau akan menjadi orang kaya yang dermawan,
suka beramal dan menolong orang. Sedangkan kau A,
karena mengharapkan hidup menerima, maka engkau
akan menjadi pengemis yang hidup dari pemberian
orang lain."

Hidup memberi menunjukkan bahwa kita memiliki
kelebihan, sehingga dapat menolong orang lain.
Hidup menerima menunjukkan kita hidup dalam
kekurangan.
Ada pepatah yang mengatakan tangan yang memberi
berada di atas tangan yang menerima.

Dengan bersikap memberi dan melindungi semua
mahluk hidup, membantu mengurangi penderitaan
mahluk hidup lainnya, seperti memberi semangat bagi
yang sedang bersedih, turut merasa lapar saat
orang lain sedang kelaparan akan menjadikan bumi
yang kita huni ini sebagai tempat yang menyenangkan.

mObi
Antara Memberi Dan Menerima - -

Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam

Di antara fenomena umum yang kita temui dalam
kehidupan sehari-hari, adalah fenomena pujian.
Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan
dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan untuk
menjilat, pujian yang sifatnya basa-basi, serta
pujian yang diucapkan sebagai ekspresi
kekaguman.

Bila disikapi secara proporsional, pujian bisa
menjadi hal positif yang memotivasi kita agar terus
meningkatkan diri. Namun, kenyataannya, pujian
justru lebih sering membuat kita lupa daratan, dan
lepas kontrol. Semakin sering orang lain memuji
kita, maka semakin besar potensi kita untuk
terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri.
Padahal Allah Swt. mengingatkan dalam
firmanNya: "Maka janganlah kamu menganggap
dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui
siapa orang yang bertakwa. (Qs. Al-Najm; 32)

Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi
Saw. memberikan tiga kiat yang sangat menarik
untuk diteladani. Pertama, selalu mawas diri
supaya tidak terbuai oleh pujian yang dikatakan
orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang
memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan
doa:
Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena
apa yang dikatakan oleh orang-orang itu. (HR. Al-
Bukhari)

Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa
pujian adalah perkataan orang lain yang potensial
menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang
mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya.
Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah
kita yang terjerumus menjadi besar kepala dan
lepas kontrol.

Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng
dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain.
Karena, sebenarnya, setiap manusia pasti
memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang
yang memuji kita, maka itu lebih karena faktor
ketidaktahuan dia akan belang serta sisi gelap kita.
Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi
pujian adalah dengan berdoa:
Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka
ketahui (dari diriku). (HR. Al-Bukhari)

Dan kiat yang ketiga, kalaupun sisi baik yang
dikatakan orang lain tentang kita adalah benar
adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita agar
memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih
baik dari apa yang tampak di mata orang
lain. Maka kalau mendengar pujian seperti ini,
Nabi Saw. kemudian berdoa:
Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang
mereka kira. (HR. Al-Bukhari)

Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian,
Nabi Saw. dalam keseharian beliau juga
memberikan contoh bagaimana mengemas pujian
yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang
terkadang secara spontan keluar dari bibir kita,
malah menjerumuskan dan merusak kepribadian
sahabat yang kita puji. Ada beberapa teladan yang
dapat disarikan dari kehidupan Nabi Saw., yaitu di
antaranya:

Pertama, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan
orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di
depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi
mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru
masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi
menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu,
puasa, dan zakat. Maka Orang Badui itupun
berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan
konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya.
Setelah Si Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di
hadapan para Sahabat, Sungguh beruntung kalau
ia benar-benar melakukan janjinya tadi. Setelah
itu beliau menambahi, Barangsiapa yang ingin
melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang
(Badui) tadi. (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari
Thalhah ra.)

Kedua, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian
dalan bentuk doa. Ketika melihat minat dan
ketekunan Ibn Abbas ra. dalam mendalami tafsir
Al-Quran, Nabi Saw. tidak serta merta memujinya.
Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas
ra.:Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama
dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al-Quran). (HR.Hakim,
dari Said bin Jubair). Saat Nabi Saw. melihat
ketekunan Abu Hurairah ra. dalam mengumpulkan
hadits dan menghafalnya, Beliau berdoa agar Abu
Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak
lupa apa yang pernah dihapal, dan dikabulkan
Allah.

dadar
Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam - -

1st

jkghdfjkghjk
1st - Saturday, February 18, 2006 -

Result Page: 

 






 


 

Search within results | Language Tools | Search Tips | Dissatisfied? Help us improve


Google Home - Blogger - Blogger Templates

© 2005 blackide